Senin, 16 April 2012

Just Me

Hey everyone !
Let's me intoduction my self to you :)
My full name is Fatimah Zahrah.
Almost my friend call me with Faza.
But my family call me Sarah.
I was born on December 1993. Yes, I am Capricorn girl :D
This my photo when I was baby. I am so cute, right? haha


I studied at Kartini Kindergarten on 1998 until 1999.
And then I continued my school at 03 Elementary School, West Jakarta on 1999 until 2005.
That is my photo with my classroom.
my Elementary School Friends
After that, I studied at 48 Junior High School on 2005-2008.
my Friends on Paskibra;s eksul
Then, I continued my study at Muhammadiyah 18 Senior High School. 
This is my graduation photo in Muhammadiyah 18 SHS.
graduation moment
After I graduated from SHS, I choice to continued my study at Gunadarma University, majoring System Information. This is my best friend on campus :)
my friends on campus


Rabu, 04 April 2012

Reportase Maulid Nabi Muhammad


Saya akan menjelaskan reportase saya mengenai Manusia dan Pandangan hidup. Senagai seorang muslim atau muslimah tentunya mengetahui apa itu Maulid Nabi. Kali ini saya akan menjelaskan acara Maulid Nabi yang saya pernah ikuti.

Pada tanggal 25 Maret 2012, dalam rangka memperingati Maulid Nabi, Masjid Al-Irsyad meyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara di mulai pada pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WB.  Pada acara Maulid ini pihak penyelenggara yaitu jama’ah Masjid Al-Irsyad mengundang para uztad dan ustadzah sebagai pingisi acara.

Pertama acara di mulai dengan dzikir dan tahlil, kemudian ada beberapa sambutan di dalam acara ini yang di sampaikan oleh pimpinan masjid, pimpinan majelis ta’lim. Kemudian ada permainan rebana oleh ibu-ibu dari majelis ta’lim. Serta tak lupa ceramah yang di sampaikan oleh para ustad dan ustadzah megenai Maulid Nabi Muhammad SAW.




Kelebihan dari acara ini adalah pengisi acara dalam memberikan ceramahnya sangat bagus sekali. Kesiapan panitia juga patut di acungin jempol karena kesiapannya dalam menyambut para jama’ah yang hendak mengikuti acara Maulid ini.

Dari keseluruhan acara sepertinya tidak ada kekurangan, hanya saja ada salah satu penceramah yang datangnya terlambat, untungnya masalah ini bisa diatasi dengan cepat sehingga tidak terjadi kesenjangan diantara acara-acara Maulid ini.

Hasil yang bisa di petik dari acara ini adalah semakin menambah kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW. 

Sabtu, 31 Maret 2012

Opini Pengangguran


Latar belakang dari penulisan opini ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD). Selain itu saya juga berkeinginan mengungkapkan pendapat saya terhadap salah satu topik yang akan saya bahas. Kali ini saya mengambil tema Manusia dan Penderitaan.
                Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di dunia. Pastilah banyak permasalahan yang di hadapi oleh Indonesia. Salah satu permasalahan yang timbul di negara kita adalah masalah pengangguran.
                Hasil yang diharapkan adalah untuk mengurangi dan menekan angka pengangguran di Indonesia. Semakin banyak jumlah pengangguran tetapi tidak sebanding dengan lapangan kerja yang ada.  Masalah ini semakin tahun semakin parah. Bukan tidak mungkin dengan banyak nya angka pengangguran akan timbul masalah baru juga seperti naiknya angka kemiskinan. Ini menjadi suatu penderitaan bagi warga Negara yang kurang beruntung.
 Masalah pengangguran memang sulit di atasi jika tidak ada kerja sama dari bebagai pihak. Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat patutnya harus bekerja sama dalam mengatasi masalah pengangguran.
                Upaya mengatasi masalah pengangguran telah dilakukan dan diusahkan oleh pemerintah tetapi kenyataannya angka pengangguran tetap saja terus bergerak naik. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus di selesaikan oleh pemerintah.
Beberapa upaya untuk mengatasi pengangguran adalah mendorong majunya pendidikan, meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan ketrampilan, meingkatkan dan mendorong kewirausahaan, menerapkan sistem keluarga berencana.
                Saran saya bukan hanya pemerintah sendiri yang harus mengatasi pengangguran, tetapi kita sebagai warga Negara dan generasi muda haruslah menciptakan lapangan pekerjaan juga untuk sesama.
Contoh usaha untuk mengurangi pengangguran dengan berwirausaha, kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Jangan hanya terpaku pada keinginan bekerja sebagai orang kantoran. Apa salahnya jika kita berwirausaha dan bila akhirnya bisa berguna, bermanfaat dan bisa untuk menolong orang lain juga.
                Selain itu sebagai manusia kita juga harus membekali diri dengan kemampuan dan bakat kita agar bisa bersaing dengan manusia yang lainnya untuk mendapatkan pekerjaan.

Sabtu, 11 Februari 2012

Contact Me







you can contact me via email :





fatimahzahrah1@gmail.com 

or

zahrahfaza@gmail.com























Sabtu, 31 Desember 2011

Agama dan Masyarakat



 Pengertian Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.


Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono Soekanto, 1983)


Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya. Di tahun 2000, kira-kira 86,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 5,7% Protestan, 3% Katolik, 1,8% Hindu, dan 3,4% kepercayaan lainnya.

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

1. Islam : Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 88% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera. Masuknya agama islam ke Indonesia melalui perdagangan.
2. Hindu : Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha, yang kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan Majapahit.
3. Budha : Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu.
4. Kristen Katolik : Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Dan pada abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan. Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah.
5. Kristen Protestan : Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia.  Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda.
6. Konghucu : Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara. Berbeda dengan agama yang lain, Konghucu lebih menitik beratkan pada kepercayaan dan praktik yang individual.


Ruang Lingkup Agama

Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup :

a.       Hubungan manusia dengan tuhannya
b.      Hubungan manusia dengan manusia
c.       Hubungan manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya.

Fungsi dan Peran Agama Dalam Masyarakat

menurut   Thomas   F.  O’Dea  menuliskan   enam  fungsi agama dan masyarakat yaitu:

1.      Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2.      Sarana hubungan  transendental  melalui  pemujaan dan upacara adat.
3.      Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
4.      Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
5.      Pemberi identitas diri.
6.      Pendewasaan agama.


Pengaruh Agama Terhadap Kehidupan Manusia

Manusia membutuhkan bukan saja pengaturan emosi, tetapi juga kepastian kognitif tentang perkara-perkara seperti kesusilaan, disiplin, penderitaan, kematian, nasib terakhir. Terhadap persoalan tersebut agama menunjukan kepada manusia jalan dan arah kemana manusia dapat mencari jawabannya. Dan jawaban tersebut hanya dapat diperoleh  jika manusia beserta masyarakatnya mau menerima suatu yang ditunjuk sebagai “sumber” dan “terminal terakhir” dari segala kejadian yang ada di dunia. Terminal terakhir ini berada dalam dunia supra-empiris yang tidak dapat dijangkau tenaga indrawi maupun otak manusiawi, sehingga tidak dapat dibuktikan secara rasional, malainkan harus diterima sebagai kebenaran. Agama juga telah meningkatkan kesadaran yang hidup dalam diri manusia akan kondisi eksistensinya yang berupa ketidakpastian dan ketidakmampuan untuk menjawab problem hidup manusia yang berat.



Agama, konflik dan masyarakat

Upacara – upacara yang bernuansa agama suku bukannya semakin berkurang tetapi kelihatannya semakin marak di mana-mana terutama di sejumlah desa-desa.
 Misalnya saja, demi pariwisata yang mendatangkan banyak uang bagi para pelaku pariwisata, maka upacara-upacara adat yang notabene adalah upacara agama suku mulai dihidupkan di daerah – daerah. Upacara-upacara agama suku yang selama ini ditekan dan dimarjinalisasikan tumbuh sangat subur. Anehnya sebab bukan hanya orang yang masih tinggal di kampung yang menyambut angin segar itu dengan antusias tetapi ternyata orang yang lama tinggal di kotapun menyambutnya dengan semangat membara. Misalnya pemilihan hari-hari tertentu yang diklaim sebagai hari baik untuk melaksanakan suatu upacara. Hal ini semakin menarik sebab mereka itu pada umumnya merupakan pemeluk yang “ fanatik” dari salah satu agama monoteis bahkan pejabat atau pimpinan agama. Jadi pada jaman sekarang pun masih banyak sekali hal yang menghubungkan agama dengan kepercayaan-kepercayaan seperti itu sehingga bisa menimbulkan konflik bagi masyarakat itu sendiri.




Sumber :
 

Faza Fatimah Zahrah Template by Faza Fatimah Zahrah